Makalah Ushul Fiqh Qiyas

Makalah Ushul Fiqh Qiyas

Makalah ushul fiqh ijma dan qiyas. Makalah Ijma dan Qiyas Makalah Ushul Fiqh. Pada masa Rasulullah Saw permasalahan yang timbul selalu bisa ditangani dengan baik dan pengambilan sumber hukumnya adalah Al-Quran dan Rasulullah Saw.

Dan apa bila ada suatu hukum yang sekiranya kurang di mengerti oleh para sahabat maka hal tersebut dapat ditanyakan langsung. Jumhur ulama ushul fiqh mengatakan bahwa ijma sebagai upaya para mujtahid dalam menetapkan hukum suatu kasus yang tidak ada hukumnya dalam nash harus mempunyai landasan dari nash atau qiyas.

Apabila ijma tidak punya landasan maka ijma tersebut tidak sah. MAKALAH IJMA DAN QIYAS Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ushul Fiqh Semester III Dosen pembimbing.

MPdI Disusun oleh. DAIM BIMBINGAN KONSELING ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS WIRALODRA INDRAMAYU 20112012 KATA PENGANTAR.

Dengan disusunnya makalah ini penulis berharap semoga bermanfaat bagi pembaca dan juga bisa menambah wawasan serta pengetahuan tentang Pengertian Ijma dan Qiyas. Makalah ini tidaklah sempurna mengambil manfaat maka dari itu penulis menerima kritik dan saran dari pembaca agar lebih baik dalam pembuatan makalah selanjutnya.

Dan pada masa sekarang ini ijma sudah tidak terjadi tetapi ijma berlaku sebagai dalil syara satu tingkat di bawah As-sunnah. Kalau untuk qiyas untuk saat sekarang ini masih terjadi dan berlaku sebagai metode ijtihad ulama dalam pengambilan hukum.

RUKUN-RUKUN IJMA Dari definisi dan dasar hukum ijma di atas maka ulama ushul fiqh menetapkan rukun-rukun ijma sebagai berikut. Harus ada beberapa orang mujtahid dikala terjadinya peristiwa dan para mujtahid itulah yang melakukan kesepakatan menetapkan hukum peristiwa itu.

Selain itu Materi berpikir dan penulisan dalam kitab-kitab yang ada sebelumnya dan menunjukan bentuk yang lebih sempurna sebagaimana dalam kitab fushul-fi al-ushul karya abu baker ar-razi hal ini merupakan corak tersendiri corak tersendiri dalam perkembangan ilmu ushul fiqh pada awal abad 4h juga tampak pula pada abad ini pengaruh. MAKALAH QIYAS Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Agama Islam 1 Dosen Pengampu.

ABDUL HAMID ALY SPd MPd Disusun oleh Kelas M-01 Kelompok 1. Nur Rohmah Dhuhaini 21901081003 Tami Erliani 21901081009 Riski Abidah El Anisa 21901081012 Arya Wega Nanda 21901081015 Fariq Rahman Azis 21901081035 Aghits Baihaqi 21901081037 UNIVERSITAS ISLAM MALANG FAKULTAS.

Puji syukur kehadirat Allah swt karena berkat rahmat Nya penyusunan makalah ini dapat diselesaikanMakalah ini merupakan makalah Ushul Fiqih yang membahas mengenai Pengertian Objek Tujuan Ruang Lingkup Perbedaannya dan Perkembangan Ushul Fiqih Secara khusus pembahasan dalam makalah ini diatur sedemikian rupa sehingga materi yang disampaikan sesuai dengan mata kuliah. Disamping kelima rukun di atas jumhur ulama ushul fiqh mengemukakan syarat ijma.

Yang melakukan ijma tersebut adalah orang-orang yang memenuhi persyaratan ijma kesepakatan itu muncul dari para mujtahid yang bersifat adil berpendirian kuat terhadap agama dan para mujtahid yang terlibat adalah orang yang berusaha menghindarkan. Contoh Makalah Qiyas Ushul Fiqh.

KITAB-KITAB USHUL FIQH Kitab-kitab ushul fiqh secara garis besar dapat dikelompokkan dalam 3 aliran atau metode penulisan yaitu. Jumhur Ulama Ushul Fiqh Hanafiyah dan gabungan keduanya.

Kitab-kitab Ushul Fiqh yang disusun menurut aliran Jumhur. Al-Risalah karya Imam Muhammad bin Idris al-SyafiI 150 H.

Rukun-rukun ijma Dari definisi dan dasar hukum ijma di atas maka ulama ushul fiqh menetapkan rukun-rukun ijma sebagai berikut. Harus ada beberapa orang mujtahid dikala terjadinya peristiwa dan para mujtahid itulah yang melakukan kesepakatan menetapkan hukum peristiwa itu.

Dan telah jelas bahwa pendapat yang tidak membolehkan perubahan hukum yang telah diijmakan adalah jika ijma itu disandarkan pada kitab Al-quran Sunah dan Qiyas. Adapun ijma yang ditegakkan di atas maslahat menurut yang berpendapat demikian maka 8 mungkin dinasakh oleh hukum yang lebih kuat dan mungkin diganti dengannya jika.

Para ushul ulama piqh menerapkan bahwa rukun qiyas itu ada empat yaitu ashl wadah hukum yang di tetapkan melalui nash atau ijma faru kasus yang ditentukan hukumnya illat motivasi hukum yang terdapat dan terlihat oleh mujtahid para ashl dan hukum al-ashl hukum yang telah ditentukan oleh nash atau ijmak. Rukun dan Syarat Qias Para ulama ushul fiqh menatapkan bahwa rukun qiyas itu ada empat yaitu.

Ashl wadah hukum yang ditetapkan melalui nash atau ijma faru kasus yang akan ditentukan hukumnya illat motivasi hukum yang terdapat dan terlibat oleh mujtahid pada ashl dan hukum ashl hukum yang telah ditentukan oleh nash. Atas berkat rahmat dan hidayah Allah SWT alhamdulillah kami dapat menyusun dan menyelesaikan sebuah kajian ilmiah tentang Ijma dengan wasilah tugas disertai bimbingan dan dorongan dari dosen mata kuliah Uahuk FiqhDisamping itu kami sadari sepenuhnya bahwa kajian makalah yang kami sajikan ini masih jauh dari kesempurnaan maka kami selalu berharap atas kritik dan sarannya yang.

Menurut bahasa qiyas berarti mengukur atau menyamakan sesuatu dengan yang lain. Para ahli Ushul Fiqih merumuskan qiyas dengan.

Manyamakan atau mengukur sesuatu kejadian yang tidak ada nash Al-Quran dan Hadist tentang hukumnya dengan kejadian yang disebutkan dalam nash karena ada kesamaan antara dua kejadian itu didalam illat hokum tersebut. Menurut bahasa qiyas berarti menyamakan sedang menurut istilah ahli ushul qiyas adalah menyamakan hukum suatu perkara yang belum ada hukumnya dengan hukum perkara lain yang sudah di tetapkan oleh nash karena adanya persamaan dalam illat alasan hukum yang tidak bisa di ketahui dengan semata-mata memahami lafad-lafadnya dan mengetahui dilalah-dilalah bahasanya.

Pengertian Qiyas dan illat Qiyas secara bahasa arab berarti ukuran mengetahui ukuran sesuatu membandingkan atau menyamakan sesuatu dengan yang lain. Menurut istilah ahli Ilmu Ushul Fiqh qiyas adalah mempersamakan suatu kasus yang tidak ada nash hukumnya dengan suatu kasus yang ada nash hukumnya.

www.slideshare.net