Makalah Ijtihad

Makalah Ijtihad

Makalah ushul fiqh ijtihad dan mujtahid. Ada juga macam-macam ijtihad yaitu ijtihad Al aqli dan ijtihad Al Syari. 9 DAFTAR PUSTAKA Al dzarwy Ibrahim Abbas.

Ijtihad Dalam Syariat Islam. Ijtihad Dalam Syariat Islam.

Melalui ijtihad hukum islam akan selalu up to date dan fungsional dalamkehidupan pribadi dan sosial. Dalam kajian fiqih dan ushul fiqih ijtihad menjadi sumber hukum yang ketiga setelah al-quran dan haditsmeskipun menjadi sumber hukum yang ketiga tetapi kedudukan ijtihad sangat penting karena nash tidak dapat menjelaskan dirinya sendiri tanpa.

3Mujtahid Madzhab yaitu mujtahid yang mengikuti imam madzhabnya dlam melakukan ijtihad maupun dalam ilmu ushul fiqh nya. 4Mujtahid Murajjih yaitu mujtahid yang tidak melakukan istinbath terhadap hukum-hukumj furu yang belum sempat ditetapkan oleh ulama terdahulu dan belum diketahui hukum-hukumnya.

Tokoh setelah itu adalah Syekh 7 Cara Mudah Ijtihad hlm. 87 8 Cara Mudah Ijtihad hlm.

88 Jalaluddin dan muridnya Syekh Waliyyudin al-Iraqi kedua tokoh ini mempunyai kemampuan ijtihad karena keduanya menguasai semua ilmu yang menjadi alat-alat ijtihad pada masa mereka hidup seorang ulama bernama Majduddin asy-Syirazi seorang penulis kamus ia mengaku sebagai mujtahid dan menulis sebuah. Berangkat dari hal tersebut diatas perlu kiranya kita meneliti atau mempelajari kembali tentang ijtihad.

Oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahas tentang pengertian ijtihad dasar-dasar hukum ijtihad hukum melakukan ijtihad syarat-syarat melakukan ijtihad tingkatan mujtahid ruang lingkup mujtahid macam-macam ijtihad serta tertutup dan terbukanya pintu ijtihad. Secara bahasa kata ijtihad berasal dari kata jahada dengan mengikuti wazan iftial yang menunjukan arti mubalaghoh berlebih dalam perbuatan yaitu mencurahkan segala kemampuan dalam segala perbuatan.

Sedangakan secara istilah pengertian ijtihad yang banyak dibicarakan dalam buku ushul fiqh adalah pengerahan segenap kesanggupan oleh seorang ahli fiqh atau mujtahid untuk memperoleh. Dasar ijtihad dalam sunah ialah Dasar hukum ijtihad ialah dalil Al-Quran sunah dan ijmak.

Dalil Alquran adalah surah an-Nisa ayat 83 surah asy-Syuara ayat 38 surah al-Hasyr ayat 2 dan surah al-Baqarah ayat 59 sabda Nabi SAW yang artinya. Apabila seorang hakim berijtihad dan benar maka baginya dua pahala tetapi bila berijtihad lalu keliru maka baginya satu pahala HR.

Menguasai ilmu Ushul Fiqh seperti tentang hukum dan macam-macamnya tentang sumber-sumber hukum atau dalil-dalilnya tentang kaidah-kaidah dan cara mengistinbatkan hukum dari sumber-sumber tersebut dan tentang ijtihad. Pengetahuan tentang hal ini diperlukan karena Ushul Fiqh merupakan pedoman yang harus dipegang dalam melakukan ijtihad.

1 Makalah dibuat guna memenuhi tugas pada Mata Kuliah Ushul Fiqh Magister Studi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam. Yaitu Ijtihad yang dilakukan seorang mujtahid dalam lingkungan mazhab tertentu.

Pentingnya ijtihad dan urgensinya dalam kehidupan kita. Demikian makalah ijtihad dalam mata kuliah Ushul Fiqh II yang diampu oleh bapak Musahadi HAM yang tentunya masih jauh dari kesempurnaan.

Pemakalah sadar bahwa ini merupakan proses dalam menempuh pembelajaran untuk itu pemakalah mengharapkan kritik serta saran yang membangun demi kesempurnaan makalah saya. Dari contoh-contoh ijtihad yang dilakukan oleh Rasulullah SAW demikian pula oleh para sahabatnya baik di kala Rasulullah SAW masih hidup atau setelah beliau wafat tampak adanya cara-cara yang digunakannya sekalipun tidak dikemukakan dan tidak disusun kaidah-kaidah aturan-aturannya.

Sebagaimana yang kita kenal dalam Ilmu Ushul Fiqh. Karena pada masa Rasulullah SAW demikian pula pada.

Melakukan ijtihad bagi seorang mujtahid dapat mencapai hukum wajib ain fardhu kifayah dan sunnat. Adapun untuk menjadi mujtahid disyaratkan memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang Al-Quran dan As-Sunnah dari berbagai aspeknya memahami masalah yang sudah disepakati ulama memahami bahasa Arab dan mengetahui ushul fiqh.

Ilmu Ushul Fiqih merupakan salah satu instrumen penting yang harus dipenuhi oleh siapapun yang ingin melakukan mekanisme ijtihad dan istinbath hukum dalam Islam. Itulah sebabnya dalam pembahasan kriteria seorang Mujtahid penguasaan akan ilmu ini dimaksudkan sebagai salah satu syarat mutlaknya untuk menjaga agar proses ijtihad dan istinbath tetap pada koridor yang semestinya Ushul Fiqih-lah.

Ijtihad menurut istilah ulama ushul fiqih mencurahkan segala kesungguhan tenaga dan pikiran untuk menemukan hukum syarI dari dalil-dalil yang tafshi dari kaidah-kaidah hukum syara Objek ijtihad ialah setiap peristiwa hukum baik sudah ada nashnya yang bersifat zanni maupun belum ada nash-nya sama sekali. Mereka cukup mempelajari kaidah-kaidah ushul fiqh hingga rujukan yang digunakan mujtahid sebagai landasan pendapat mereka dasar-dasar madzhab mereka dan sesekali dapat membandingkan dan mengunggurkan tarjih salah satu pendapat dan mengeluarkan hukum sesuai dengan metode yang digunakan para imam mujtahid dalam menetapkan dan mencetuskan hukum.

Puji syukur kehadirat Allah swt karena berkat rahmat Nya penyusunan makalah ini dapat diselesaikanMakalah ini merupakan makalah Ushul Fiqih yang membahas mengenai Pengertian Objek Tujuan Ruang Lingkup Perbedaannya dan Perkembangan Ushul Fiqih Secara khusus pembahasan dalam makalah ini diatur sedemikian rupa sehingga materi yang disampaikan sesuai dengan mata kuliah. Dalam ushul fiqh mujtahid juga dituntut untuk memahami qiyas sebagai modal pengambilan ketetapan hukum.

226 Mengetahui maksud-maksud hukum Seorang mujtahid harus mengerti tentang maksud dan tujuan syariat yang mana harus bersendikan pada kemaslahatan umat. Makalah ushul fiqh ijtihad I.

PENDAHULUANAl-Hafiz Jalaluddin as-Sayuthi wafat 911 Htelah menuliskan risalahnya yang amat berhargadengan judul Bantahan terhadap orang yangmengabadikan taklid di bumi dan tidak tahubahwa ijtihad di setiap zaman adalah parduIlustrasi di atas mengisyaratkan bahwa kebutuhan umat islam kepada ijtihad merupakan kebutuhan abadi selama masih ada kejadian baru. Ushul fiqh ijtihad PDF Miftahll everafter 1.

I MAKALAH USHUL FIQH Ijtihad dan Perannya dalam Islam Dosen Pengampu. Ag Disusun oleh.

Tri Hadi Susanto 2013002005 PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM STIE MUHAMMADIYAH PEKALONGAN 20132014 2. Bahwa ijtihad itu tidak ada pembagian.

Artinya dia tidak menggambarkan adanya orang alim sebagai mujtahid dalam hokum talak dan mujtahid yang lain dalam hokum jual beli. Atau mujtahid dalam hokum menjatuhkan sanksi hukuman.

Mujtahid adalah seorang yang ahli dan teguh pendirian.

www.slideshare.net