Makalah Zakat Pertanian

Makalah Zakat Pertanian

Makalah zakat pertanian dan perkebunan. Apabila Bapak memiliki kebun yang berbeda-beda tempatnya dan menggunakan sistem pengairan yang berbeda maka nilai zakat masing-masing perkebunan atau pertanian itu juga berbeda. Perkebunan yang menggunakan tadah hujan atau pengairannya tanpa membeli seperti dari sungai maka nilai zakatnya adalah 10 persen.

Nishab Zakat Hasil Pertanian adalah 5 wasq atau setara dengan 653 kg gabah jika hasil pertanian tersebut termasuk makanan pokok seperti beras gandum jagung kurma dll. Sedagkan jika hasil pertanian itu selain makanan pokok seperti buah-buahan sayur-sayuran daun bunga dll maka nishabnya disetarakan dengan harga nishab dari makanan pokok yang paling umum di daerah negeri.

I KONSEP DASAR PROFESI DAN MACAM-MACAM PROFESI YANG WAJIB DIZAKATI A. PENDAHULUANZakat merupakan kewajiban yang bersifat pasti telah ditetapkan sebagai suatu kewajiban dari Allah.

1 Zakat itu sendiri adalah hitungan tertentu dari harta dan sejenisnya di mana syara mewajibkan mengeluarkannya kepada para fakir dan sejenisnya dengan syarat-syarat khusus. 2 Namun dewasa ini sering muncul.

ZAKAT HASIL PERTANIAN DAN PEREKEBUNAN Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Lc Allah Azza wa Jalla telah memberikan karunia kepada kita dalam aneka ragam kenikmatan diantaranya hasil yang tumbuh dan keluar dari bumi. Bentuknya beragam ada hasil pertanian dan buah-buahan madu harta terpendam dan barang tambang.

Semua ini tentunya ada hak-hak yang harus ditunaikan. Makalah ini mengangkat tema pembahasan Perhitungan Zakat HartaMaal pertanian peternakan rikaz dan tamabang.

Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kata sempurna. Zakat hasil pertanian dan perkebunan merupakan salah satu jenis zakat harta yang wajib ditunaikan oleh seorang Muslim.

Kewajiban mengenai pembayaran zakat hasil bumi ini terdapat dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 267 yang artinya. Hai orang-orang yang beriman nafkahkanlah di jalan-Nya sebagian dari hasil usahamu yang baik dan sebagian dari yang telah kami keluarkan dari bumi.

Dalam ketentuannya zakat hasil pertanian dan perkebunan memiliki nishab 5 wasaq 1 wasaq 60 sha sedangkan 1 sha 2176 kg maka 5 x 60 x 2176 6528 kg. 6528 kg gabah 520 kg beras atau senilaiseharga 520 kg beras.

Adapun waktu mengeluarkan zakatnya adalah setelah panen. Zakat Pertanian dikeluarkan itu terdapat di Al Quran surah Al Anam.

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung pohon korma tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya zaitun dan delima yang serupa bentuk dan warnanya dan tidak sama rasanya. Dasar hukum zakat pertanian atau perkebunan yaitu.

Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya dengan dikeluarkan zakat kepada fakir miskin QS. Al-Anam 6141 Menurut Abu Hanifah bahwa banyak atau sedikit hasil tanaman yang tumbuh di bumi wajib dikeluarkan zakatnya jadi tidak ada nishab.

Nishob dan cara menghitung zakat pertanian dan perkebunan. Negara Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alamnya dari segi pertanian dan perkebunan.

Kita semua tahu Negara agraris adalah julukan dari negara kita sehingga kita patut berbangga negara kita pernah menjadi macan Asia merajai dalam segi penyedia atau pengekspor beras terbesar se Asia Tenggara. Tidak ada zakat atas harta kecuali yang telah melampaui satu haul satu tahun HR.

Tirmidzi Ibnu Majah dihasankan oleh Syaikh al AlBani Dikecualikan dari hal ini yaitu zakat pertanian dan buah- buahan. Karena zakat pertanian dan buah-buahan diambil ketika panen.

Demikian juga zakat harta karun rikaz yang diambil ketika menemukannya. Sementara itu dalam pencapaian nishab hasil panen pertanian atau perkebunan sejenis selama setahun sebagian ulama menggunakan hitungan secara tergabung.

Perbedaan tempat lokasi dan waktu dalam setahun tidak menghalangi nishab. Zakat hasil pertanian atau perkebunan bisa dikeluarkan setiap kali panen.

Tidak harus menunggu genap setahun. Tentunya salah satu factor penting yaitu dengan pemanfaatan dan penguasan teknologi pertanian yang handalIndonesia dikenal dengan budaya agraris dimana 48 penduduknya hidup di sektor pertanian.

Produk utama indonesia adalah produk pangan untuk kebutuhan dalam negeri produk perkebunan dan hasil hutan serta perikanan yang di ekspor. Hasil pertanian yang harus keluarkan zakat adalah dari jenis makanan pokok seperti jagung beras kurma dan gandum yang biasa disebut dengan zakat hasil pertanian.

Menurut pendapat ulama saat ini hasil pertanian yang wajib dizakati bukan hanya tanaman pokok tetapi juga hasil sayur-sayuran seperti cabe kentang kubis tanaman bunga buah. Cara Menghitung Zakat Pertanian Assalamualaikum sobat BT kali ini saya mau posting tentang bagaimana cara menghitung zakat pertanianSaya tertarik share artikel ini karena saya pikir artikel ini sangat penting dan masih banyak petani kita terutama yang muslim belum tau jika hasil pertanian juga ada zakatnya.

Dalam makalah inikami menjelaskan sedikit tentang Peranan Kelembagaan dalam Pengembangan Pertanian secara umum. Kami menyadaridalam makalah ini masih banyak kesalahan dan kekuranganyang disebabkan keterbatasan kemampuan dan pengalaman yang kami miliki.

Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan dan kesempurnaan. RESUME PENGEMBANGAN ZAKAT PERTANIAN DAN PERKEBUNAN DI ERA MODERN NAMA.

11840412624 Dalam agama Islam zakat adalah suatu kewajiban yang sangat di utamakan bagi muslim yang telah memiliki harta yang mencapai nisab karena ibadah zakat ini selain untuk ibadah kepada Allah SWT tetapi juga menjadi ibadah yang berhubungan secara sosial dengan sesama manusia. Selain pola pertanian per kawasan tersebut Amerika Serikat juga mengembangkan pertanian secara umum seperti perkebunan tembakau di Tennesse dan Virginia perkebunan tebu di muara Sungai Mississippi serta sayuran dan buah - buahan.

Peternakan sangat maju dan telah lama dikembangkan di Amerika Serikat. Zakat Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Pasal 14 1 Nisab zakat pertanian perkebunan dan kehutanan senilai 653 kg gabah.

2 Kadar zakat pertanian perkebunan dan kehutanan sebesar 10 jika tadah hujan atau 5 jika menggunakan irigasi dan perawatan lainnya. 3 Dalam hal hasil panen yang diperoleh muzaki melebihi nisab zakat yang.

Makalah di sampaikan pada Pertemuan Teknis Perlindungan Tanaman Direktorat Bina Perlindungan Tanaman Perkebunan Ditjen Perkebunan Cipayung 16 18 Juni 1997. Deskripsi Kultivar Unggul Kacang-kacangan dan Umbi-umbian.

id.scribd.com